Mengenal Sosok Ahmad Syafi'i Ma'arif Lewat Komik
Oleh: Moh. Tamimi*
Judul: Bengkel Buya
Penulis: Ahmad Syafi'i Maarif
Penerbit: Mizan, Bandung
Cetakan: I, April 2016
Tebal: vii+100 halaman
ISBN: 978-979-433-944-2
Nama Ahmad Syafi'i Ma'arif sudah tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia, cendikiawan populer yang menerima berbagai penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Ada banyak cara mengenalkan tokoh yang patut dijadikan teladan, sebagaimana halnya Buya Syafi'i (sapaan akrab Ahmad Syafi'i Ma'arif), salah satunya lewat buku komik.
Biasanya seorang tokoh akan cepat lebih dikenal lewat media massa populer seperti televisi, internet maupun koran. Akan tetapi, melalui buku komik, memiliki keunikan dan kegunaannya sendiri. Biasanya, buku komik kerap kali dibaca oleh anak-anak atau remaja dikarenakan banyak gambarnya dan tidak menoton. Nah, mengenalkan sosok tokoh hebat sejak dini sangat diperlukan. Lewat buku komik para tokoh akan lebih dekat dengan anak-anak maupun remaja.
Buku ini menceritakan tentang perjalanan santai Buya Syafi'i dan pertemuannya dengan wong cilik yang memiliki kehebatan luar bisa, dari segi kesabaran, ketabahan dan kejujurannya. Dari pertemuannya itu dapat diambil pelajaran yang sangat berharga yang, mungkin, hanya dapat ditemukan dari wong cilik.
Setidaknya, ada lima cerita perjalan Ahmad Syafi'i Ma'arif yang terangkum dalam buku ini: Bengkel, Taksi, Tugimin, Suparmin dan Tekhnisi Kompor. Dalam cerita "Bengkel" menceritakan pertemuan Buya Syafi'i dengan tukang bengkel yang sangat jujur dan telaten dalam pekerjaannya. Dalam cerita "Taksi" menceritakan tentang pertemuan Buya Syafi'i dengan sopir taksi yang juga seorang mu'alaf dan menceritakan kisahnya memuruskan pindah agama. Dalam kisah "Tugimin" menceritakan tentang seorang takmir masjid yang selalu dengan sabar merawat masjid. "Suparmin" menceritak tentang Suparmin yang tabah dalam menghadapi segala cobaan dan musibah yang menimpanya. Dan terakhir "Tekhnisi Kompor" menceritakan tentang seorang tekhnisi kompor yang tidak lupa menunaikan shalat walaupun pekerjaan begitu padat.
Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh anak-anak maupun remaja yang tidak suka buku-buku yang menoton. Disamping untuk mengenalkan ketokohan Ahmad Syafi'i Ma'arif, juga terdapat pelajaran-pelajaran berharga yang dapat dipetik di dalamnya.
*Peresensi adalah Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura.
Judul: Bengkel Buya
Penulis: Ahmad Syafi'i Maarif
Penerbit: Mizan, Bandung
Cetakan: I, April 2016
Tebal: vii+100 halaman
ISBN: 978-979-433-944-2
Nama Ahmad Syafi'i Ma'arif sudah tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia, cendikiawan populer yang menerima berbagai penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Ada banyak cara mengenalkan tokoh yang patut dijadikan teladan, sebagaimana halnya Buya Syafi'i (sapaan akrab Ahmad Syafi'i Ma'arif), salah satunya lewat buku komik.
Biasanya seorang tokoh akan cepat lebih dikenal lewat media massa populer seperti televisi, internet maupun koran. Akan tetapi, melalui buku komik, memiliki keunikan dan kegunaannya sendiri. Biasanya, buku komik kerap kali dibaca oleh anak-anak atau remaja dikarenakan banyak gambarnya dan tidak menoton. Nah, mengenalkan sosok tokoh hebat sejak dini sangat diperlukan. Lewat buku komik para tokoh akan lebih dekat dengan anak-anak maupun remaja.
Buku ini menceritakan tentang perjalanan santai Buya Syafi'i dan pertemuannya dengan wong cilik yang memiliki kehebatan luar bisa, dari segi kesabaran, ketabahan dan kejujurannya. Dari pertemuannya itu dapat diambil pelajaran yang sangat berharga yang, mungkin, hanya dapat ditemukan dari wong cilik.
Setidaknya, ada lima cerita perjalan Ahmad Syafi'i Ma'arif yang terangkum dalam buku ini: Bengkel, Taksi, Tugimin, Suparmin dan Tekhnisi Kompor. Dalam cerita "Bengkel" menceritakan pertemuan Buya Syafi'i dengan tukang bengkel yang sangat jujur dan telaten dalam pekerjaannya. Dalam cerita "Taksi" menceritakan tentang pertemuan Buya Syafi'i dengan sopir taksi yang juga seorang mu'alaf dan menceritakan kisahnya memuruskan pindah agama. Dalam kisah "Tugimin" menceritakan tentang seorang takmir masjid yang selalu dengan sabar merawat masjid. "Suparmin" menceritak tentang Suparmin yang tabah dalam menghadapi segala cobaan dan musibah yang menimpanya. Dan terakhir "Tekhnisi Kompor" menceritakan tentang seorang tekhnisi kompor yang tidak lupa menunaikan shalat walaupun pekerjaan begitu padat.
Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh anak-anak maupun remaja yang tidak suka buku-buku yang menoton. Disamping untuk mengenalkan ketokohan Ahmad Syafi'i Ma'arif, juga terdapat pelajaran-pelajaran berharga yang dapat dipetik di dalamnya.
*Peresensi adalah Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura.
Komentar
Posting Komentar