Indahnya Bersyukur kepada Allah Swt.

Oleh: Moh. Tamimi*

Judul: Tuhan, Maaf, Kami Belum Bersyukur
Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Mizania
Cetakan: I, Februari 2016
Tebal: 212 halaman
ISBN: 978-602-418-003-4

Syukur, adalah kata yang mudah diucapkan, namun sulit untuk diterapkan. Tanpa hati yang bersih, sulit bagi kita untuk bersyukur dengan sepenuhnya syukur. Kurang menerima atau bahkan tidak menerima terhadap apa yang ditetapkan/diberikan Allah Swt., masih mengeluh, resah, gelisah, karena sesuatu yang ditetapkan Allah masih dirasa kurang.
Buku ini memberikan jalan bagi kita untuk membuka mata hati kita dan untuk membuat kita semakin bersyukur kepada Sang Khaliq.  Berawal dari Al-Qur'an dan Hadis tentang Syukur, Irja Nurullah, memulai setiap tulisannya. Allah Swt. Berfirman dalam Al-Qur'an " Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152)
George Bernard Shaw mengatakan, "Kalau hartawan-hartawan, miliuner yang besar-besar itu hendak merasakan bahagia dengan harta benda yang telah berlimpah-limpah, lebih baik dia mencurahkannya pada beramal, menyokong pekerjaan-pekerjaan mulia." (hlm. 178) Beramal merupakan ibadah di bidang harta benda sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt. yang telah memberikan rezeki kita kepada kita umat manusia.
Syukur, tentunya harus dilengkapi dengan rasa sabar. Syukur tanpa sabar tak mungkin terjadi karena syukur dan sabar seumpama dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Sedangkan, sabar dalam melaksanakan ketaatan berhubungan erat dengan masalah keyakinan atau keimanan. Jika keyakinan seseorang telah kukuh, dia akan mampu bersabar dalam ketaatan tersebut. (hlm. 68)
Syukur bukan karena seberapa banyak kita mendapatkan gelimang harta atau seberapa banyak kenikmatan yang kita peroleh. Akan tetapi, seberapa besar hati kita menerima setiap keadaan yang diberikan Allah Swt., namun jangan salah, semua harus diusahakan terlebih dahulu. Mencari sesuatu yang membuat kita bersyukurlah salah satunya, seperti membaca buku ini.
Buku yang ditulis oleh alumnus Al-Azhar, Kairo, ini sangat pas bagi anda yang selalu ingin menikmati keindahan hidup dengan penuh kesyukuran kepada Allah Swt. Di dalamnya tersimpan mutiara hikmah yang tak ternilai harganya.

*Peresensi adalah Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menertawakan Luka

Tarekat Qadiriyah

Pendidikan Sosial