Hubungan Batin Ayah dan Anak dalam Novel Ayah
Oleh: Moh. Tamimi*
Judul: Ayah
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Yogyakarta
Cetakan: I, 2015
Tebal: xx+412 halaman
ISBN: 978-602-291-102-9
Hubungan batin orang tua dengan anak sangatlah kuat. Bagaimana tidak, anak merupakan darah daging sendiri. Gen orang tua mengalir dalam tubuh anak. Bagaimanapun, anak adalah hiasan diwaktu kecil dan penyejuk hati dikala dewasa.
Sungguh beruntung mereka yang dapat bersuka ria antara orang tua dan anak. Akan tetapi, tidak dengan Sabari dalam novel buah tangan Andrea Hirata ini. Sabari harus menanggung beban psikologis yang sangat mendalam keterpisahannya dengan Zorro, anaknya, setelah bercerai dengan istrinya. Zorro yang masih kecil, tak bersamanya lagi karena dibawa ibunya.
Lewat novel ini, Andrea Hirata mengisahkan sosok seorang ayah. Layaknya Nabi Ya'kub terpisah dengan Nabi Yusuf, sang buah hati yang ia cinta-sayangi. Nabi Ya'qub, mengalami kesedihan yang sangat mendalam karena kehilangan Nabi Yusuf. Nabi Ya'kub tahu bahwa anaknya sedang disingkirkan oleh saudara-saudaranya, hanya saja ia tak mempunyai bukti untuk mengatakannya. Beda halnya dengan Sabari, ia tahu benar bahwa anaknya dibawa Marlena, istrinya. Hanya saja, ia tidak tahu di mana mereka berada. Kerinduan itu, membuat Sabari gila. Hanya kehadiran Zorro yang dapat mengembalikan akalnya kembali normal.
Novel ini, berlatar belakang Belitong. Masih sama dengan karya Andrea Hirata sebelumnya, Laskar Pelangi. Berkat penulis berbakat ini, Pulau Belitong yang dulu jarang dikenal orang, kini terangkat namanya sampai ke penjuru dunia. Sekarang siapa yang tak mengenal pulau itu.
Novel ini nampaknya, Andrea Hirata, menampilkan tatanan sosial yang berlangsung di masyarakat Belitong. Masyarakat yang mencintai sastra puisi dan jatuh-bangun kehidupan disana.
Membaca novel ini, selain menginformasikan betapa erat hubungan batin antara ayah dan anak, juga menyuguhkan kita beragam budaya di tanah air. Salah satunya yang berlangsung di tanah Belitong.
Terdapat banyak khazanah yang akan kita petik dalam cerita ini dan kemudian dapat kita jadikan pelajaran untuk keberlangsungan hidup kita semua. Demi hidup yang lebih baik dalam menyambut masa depan. Selebihnya selamat membaca!
*Penulis adalah mahasiswa Instika dan anggota LPM Fajar.
Judul: Ayah
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Yogyakarta
Cetakan: I, 2015
Tebal: xx+412 halaman
ISBN: 978-602-291-102-9
Hubungan batin orang tua dengan anak sangatlah kuat. Bagaimana tidak, anak merupakan darah daging sendiri. Gen orang tua mengalir dalam tubuh anak. Bagaimanapun, anak adalah hiasan diwaktu kecil dan penyejuk hati dikala dewasa.
Sungguh beruntung mereka yang dapat bersuka ria antara orang tua dan anak. Akan tetapi, tidak dengan Sabari dalam novel buah tangan Andrea Hirata ini. Sabari harus menanggung beban psikologis yang sangat mendalam keterpisahannya dengan Zorro, anaknya, setelah bercerai dengan istrinya. Zorro yang masih kecil, tak bersamanya lagi karena dibawa ibunya.
Lewat novel ini, Andrea Hirata mengisahkan sosok seorang ayah. Layaknya Nabi Ya'kub terpisah dengan Nabi Yusuf, sang buah hati yang ia cinta-sayangi. Nabi Ya'qub, mengalami kesedihan yang sangat mendalam karena kehilangan Nabi Yusuf. Nabi Ya'kub tahu bahwa anaknya sedang disingkirkan oleh saudara-saudaranya, hanya saja ia tak mempunyai bukti untuk mengatakannya. Beda halnya dengan Sabari, ia tahu benar bahwa anaknya dibawa Marlena, istrinya. Hanya saja, ia tidak tahu di mana mereka berada. Kerinduan itu, membuat Sabari gila. Hanya kehadiran Zorro yang dapat mengembalikan akalnya kembali normal.
Novel ini, berlatar belakang Belitong. Masih sama dengan karya Andrea Hirata sebelumnya, Laskar Pelangi. Berkat penulis berbakat ini, Pulau Belitong yang dulu jarang dikenal orang, kini terangkat namanya sampai ke penjuru dunia. Sekarang siapa yang tak mengenal pulau itu.
Novel ini nampaknya, Andrea Hirata, menampilkan tatanan sosial yang berlangsung di masyarakat Belitong. Masyarakat yang mencintai sastra puisi dan jatuh-bangun kehidupan disana.
Membaca novel ini, selain menginformasikan betapa erat hubungan batin antara ayah dan anak, juga menyuguhkan kita beragam budaya di tanah air. Salah satunya yang berlangsung di tanah Belitong.
Terdapat banyak khazanah yang akan kita petik dalam cerita ini dan kemudian dapat kita jadikan pelajaran untuk keberlangsungan hidup kita semua. Demi hidup yang lebih baik dalam menyambut masa depan. Selebihnya selamat membaca!
*Penulis adalah mahasiswa Instika dan anggota LPM Fajar.
Komentar
Posting Komentar