Kesedihan Masjid


Masjid di simpang jalan itu
Menangis tersedu-sedu
meraung-raungkan adzan
Takbir
Dzikir
Hingga serak suaranya

Orang-orang tak begitu peduli
Alun-alun di depannya merayu
pendatang untuk singgah padanya
melalaikan seruan masjid

masjid semakin sedih
tatkala pagar pintu besinya ditutup
di seperempat malam

Sumenep, 30/06/2017 23:52


Puisi ini dimuat dalam buku "Tentang Masjid" (Jakarta: Himpuman Seni Budaya Islam bekerja sama dengan PenerbitAuracitra)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menertawakan Luka

Tarekat Qadiriyah

Pendidikan Sosial