Kearifan Masyarakat Tradisional
Oleh: Moh. Tamimi*
Judul: The World Until Yesterday
Penulis: Jared Diamond
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan: 2017
Tebal: x + 604 halaman
ISBN: 978-979-91-0875-3
Buku ini ingin mengaskan bahwa banyak sekali kearifan yang bisa kita pelajari lebih lanjut untuk kemudian dijadikan pijakan untuk kehidupan di masa depan.
Selama ini, kebanyakan dari kita sebagai masyarakat modern, kita menganggap masyarakat tradisional adalah masyarakat yang terbelakang, tidak maju, kolot, dan berbagai “stampel” buruk lainnya, tentunya dengan menggunakan tolak ukur kehidupan kita saat ini. Padahal, mereka mempunyai tolak ukur sendiri terhadap kehidupan sosial mereka.
Masyarakat tradisional, di satu sisi, memang terbelakang dari masyarakat modern. Akan tetapi, mereka mempunyai sisi-sisi lain yang dapat kita lihat sebagai keunggulan mereka dalam menjalani hidup. Sebagai contoh, bagaimana pola mengasuh anak, interaksi antara ibu dan anak dalam masyarakat tradisional yang relatif lebih interaktif daripada masyarakat modern. (Hlm. 187) Di masyarakat tradisional kerap kali terjadi kontak langsung antara ibu dan anak dalam mengasuh anak, yaitu dengan cara menggendongnya, namun hal ini (semakin) jarang terjadi di masyarakat modern seiring dengan adanya kereta dorong atau bahkan diasuh oleh baby sister, bukan dengan ibunya sendiri.
Riset yang dilakukan oleh Jared Diamond, dalam buku, bukan hanya tertuju pada satu komunitas atau suku tertentu. Akan tetapi, dia menampilkan beberapa masyarakat “tradisional” seperti masyarkat Dani dari dari Lembah Baliem, Daratan Papua Tinggi; Aborigin di Astralia; Agta, dari hutan Pegunungan Pulau Luzon, Filipina; Kepulauan Andaman di Teluk Benggala; Hadza, dari Tanzania; Kung, dari Gurun Kalahari, Afrika; Inuit dari Alaska; Indian Ache, dari hutan Paraguay; Indian Yanomamo, dari hutan Venezuela; dan masih banyak lagi.
Masyarakat dari “dunia kemaren” ini, cara hidupnya, dalam menjawab berbagai permasalahan manusia melakukan ribuan percobaaan alami atau dengan kata lain, cara hidupnya merupakaan ribuan percobaan alami untuk menjawab beragai persoalan yang terjadi. Apa yang terjadi, mungkin menurut kita kaprah disebut “hukum rimba”, sudah tahan uji dari segala cacat hukum, berdasarkan standar hukum komunitas mereka.
Ungkapan “merasa kesepian di ruang yang ramai” sebagaimana kerap diucapkan masyarakat modern, bukan hanya omong kosong belaka atau sekadar frasa sastrawi saja, tetapi hal itu benar-benar terjadi di masyarakat modern. (Hlm. 569) Namun demikian, hal semacam itu jarang terjadi atau bahkan tidak pernah terjadi di masyarakat tradisional, bahkan mereka bebas keluar masuk rumah siapa saja, dengan catatan sesuai dengan etika setempat tentunya. Namun, sampai di sini, Jared Diamond tidak mengungkapkan bagaimana etika bertamu dari masyarakat tradisional tertentu.
Sebuah hasil pengamatan oleh anak pebisnis atau misionaris Amerika yang pernah tumbuh di Papua, Filipina, dan Kenya yang pindah ke Amerika ketika remaja menyatakan bahwa di masyarakat modern orang berjalan serba cepat tanpa sedikit senyum-sapa, kecuali disapa duluan, itupun berlangsung singkat. hal demikian tidak berlaku di masyarakat tradisional. Masyarakat yang disebut terakhir ini, setiap kali bertemu selalu bertegursapa.
Hal terpenting yang dapat dipelajari dari masyarakat tradisional adalah rasa kebersosialannya yang tinggi, sebagaimana diakui oleh teman Amerika Jared Diamond yang hidup di Afrika, ia mengatakan “kehidupan di Afrika miskin secara materi dan kaya secara sosial/emosional, sementara kehidupan di AS kaya secara materi dan miskin secara sosial/emosional.” (Hlm. 570)
Buku yang ditulis oleh profesor geografi di UCLA ini semakin direkomendasikan kepada rakyat Indonesia, terutama pecinta alam, mengingat salah satu bahasannya, objek penelitiannya, adalah daerah Papua yang merupakan bagian dari kita sebagai rakyat Indonesia untuk kemudian kita ambil pelajaran sebagai pijakan di kehidupan “hari ini” dan “mendatang.”
*Peresensi adalah Ketua LPM Fajar, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Sumenep.
Komentar
Posting Komentar