Kue Ulang Tahunku Sepotong Purnama
Sepotong bulan purnama kamu letakkan di atas nampan untuk kamu jadikan kue ulang tahunku, sedangkan separuhnya kamu tinggalkan di atas langit malam. Kamu bilang biar masa depanku sebenderang purnama. Hai, aku tak mau cahaya terang seperti itu. Tak kenapa tetap pakai cahaya lilin, tak perlu kamu curi sepotong purnama itu lagi. Lihat, orang-orang yang menunggu purnama sejak pagi harus kecewa melihat bulan yang mereka nantikan hilang separuh.
Kamu tidak perlu berbohong tentang srigala jantan yang hendak mencuri purnama untuk dipersembahkan kepada kekasihnya di balik bukit. Srigala itu tak 'kan sanggup karena ia tak punya mimpi untuk bisa sampai ke bulan, dengan apa dia kan menggapainya.
Ia hanya meraung di tengah malam untuk menunjukkan kekuatannya di bawah rembulan untuk sang kekasih, kuat begadang, kuat menunggu sampai larut, suara lolongannya sebagai buktinya.
Lagian, ia tak butuh bulan penuh, saat sabit pun ia 'kan ritual itu untuk kekasihnya.
Kembalikan sepotong purnama itu, berikan aku sebatang lilin milikmu. Lilin milikmu lebih jujur cahayanya dari pada sepotong bulan yang 'kan langsung redup dan mati sekali tiup. Cahaya itu hanya sisa-sisa dari cahaya matahari sebelum kau potong. Ia 'kan terus bercahaya bila kau tak pernah memotongnya sama sekali.
Sepotong bulan purnama yang kamu letakkan di atas nampan sebagai kue ulang tahunku tak membahagiakanku malam ini. Kembalikan sepotong purnama itu ke atas langit agar malam-malamku tak kekurangan apapun.
Rumah, 24 September 2023. 23.30

Komentar
Posting Komentar