Apakah Kita Akan Menyerah

Perempuan Badai

 "Apakah aku akan menyerah sampai di sini?" 

Pertanyaan itu selalu tiba-tiba muncul dalam benakku saat aku merasa lelah, sampai batas, memikirkan atau mengerjakan suatu hal. Aku tidak benar-benar ingin menyerah. Aku ingin terus berjuang, entah sampai mana batas terakhir itu 'kan tiba.

Bila kamu merasakan hal yang sama denganku, mari kita bicarakan apa yang perlu dibicarakan. Di antara kita tentu banyak melihat orang-orang yang terlihat bahagia, seolah tak ada beban hidup sama sekali. Pahamilah, mereka hanya pintar menyembunyikannya.

Di antara kita tentu punya masalah masing-masing, sekaligus punya cara bahagia masing-masing. 

Masalah-masalah itu bisa berupa keuangan yang tak tercukupi, keluarga yang tidak harmonis, perjalanan cinta yang kurang mulus, atau hati dan pikiran yang selalu gelisah. 

Apapun masalah kita, apakah kita akan menyerah begitu saja?

Ayo kita hadapi, kita bicarakan, kita selesaikan. Tunaikan masalah kita sebaik dan sebersahaja mungkin.  Bagaimana bila sudah tidak bisa dibicarakan lagi? Masalahnya adalah tidak mau bicara? Begitu bukan!

Aku tidak memiliki jalan keluar untukmu. Buka topengmu, buang kepalsuanmu. Aku yakin kamu punya jalanmu sendiri. Aku yakin setiap orang adalah penggerak (changemaker)

Yang perlu kita pertanyakan,  dari mana asal muasal masalah itu? Siapa yang mulai? Mengapa bisa terus berlanjut? Mengapa kamu juga terlarut (jika asal mulanya bukan darimu)? Apa yang kamu bisa sekarang? Seberapa kuat kemauanmu untuk menyelesaikannya? 

Atau kamu perlu teman bicara? Aku di sini untukmu, di sini aku akan mendengarkanmu selama mungkin kamu ingin bicara padaku.

Mari kita bicarakan, jangan dulu menyerah. 


Kamar, 6 September 2023 14.38

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasangan dalam Angka

Menertawakan Luka

Outline Kisah Cinta Si Kandidat Doktor