Perempuan Paling Rahasia
Hai,
Kamu adalah perempuan paling rahasia dalam hidupku. Aku tidak pernah tahu seperti apa dirimu padaku sesungguhnya. Aku hanya tahu sekilas tentangmu dari orang lain. Aku tidak mengerti harus bagaimana, kau terlalu rahasia bagiku.
Kita menjalani hari dengan percakapan seperti biasa, seperti seorang kenalan lama yang baru berjumpa lagi. Semua terlalu biasa untuk memahami tanda-tanda darimu.
Tidak ada yang bisa membaca tanda-tanda itu kecuali temanku, juga “temanmu” yang teramat dekat. Ia yang bilang padaku bahwa ada pertanda dalam dirimu untukku, sebuah rahasia yang ditimbun dalam hutan di dadamu.
Maafkan aku, jika aku tidak peka padamu dan tidak mengerti apa yang kamu mau. Maafkan aku, jika aku melontarkan sebuah isyarat yang tidak kamu mengerti apa maksudnya. Maafkan aku, jika aku menggambar sketsa dalam anganmu yang mungkin telah kamu salah tafsir. Aku minta maaf padamu, perempuan paling rahasia.
Aku tahu sedikit rahasiamu, tetapi aku tidak tahu harus bagaimana. Apakah aku harus pergi, menghilang dari hidupmu, atau aku harus pura-pura tidak tahu dengan keadaan ini.
aku ingin terbang tinggi seperti elang
melewati siang malam menembus awan
ini tanganku untuk kau genggam
ini tubuhku untuk kau peluk
ini bibirku untuk kau cium
tapi tak bisa kau miliki
aku tak usah kau terus tangisi kepergianku
air mata tak ‘kan memanggilku untuk kembali
aku adalah mimpi-mimpi
sedang melintasi sang perawan
yang bermain dengan perasaan
aku adalah mimpi-mimpi tiada arti
aku ingin terbang tinggi seperti elang
(Elang – Dewa 19)
Aku ingin terus melantunkan lagu itu. Earphone terus melekat di telingaku saat kutulis ini untukmu. Lirik-lirik lagu yang seolah mengisahkan diriku sendiri, “Aku adalah mimpi-mimpi yang melintasi sang perawan yang bermain dengan perasaan.” Aku benar-benar ingin seperti Elang. Kau ingin menggapaiku dengan tubuh yang paling rahasia di dadamu.
Aku tak bisa kamu miliki dari hutan yang paling dalam.
Aku tidak mau lagi main-main dengan perasaan. Simpan terus peti rahasiamu sampai seorang penyamun menemukan itu, atau seorang bajak laut yang berlabuh di pulaumu, hutanmu. Mungkin, sekarang aku hanyalah, “Mimpi-mimpi tiada arti yang ingin terbang seperti elang.” Sedangkan kamu, tetap menjadi seorang perempuan paling rahasia, entah sampai kapan.
Semoga rahasia dalam hutan di dadamu itu cepat lapuk, hilang, membaur dengan tanah, sampai tak ada lagi yang mengetahuinya. Semoga!
Lihatlah lukamu
Kau simpan sendiri
Menggelembung
Meledak
Puing-puing luka itu
Mengenaiku
Dia
Mereka
Kami ikut terluka
Sera Tengah, 15 April 2020 08. 50


Mantap kwan kembangkan karyamu ini kwan.. Aqw salut dgn dirumu yg tk kenal lelah dari dulu sampai sekarang, kau adalah sosok seseorang yg mempunyai bakat yg tinggi.
BalasHapusKembangkan kwan.....
Salam sukses dari saya.
By : Imron Al Farizie.
Terima kasih, kawan, Imron. Terima kasih telah membaca tulisanku dan mensupportku...
HapusSalam sukses bersama
Wah, oke juga. Sekalipun sangat bertele-tele. Seperti ingin mendongeng tapi gagal.
BalasHapusWkwkw... ditunggu kritiknya yang lebih hot lagi, proof
BalasHapusSemangat menulus kamu sahabat....
BalasHapusTerima kasih, sahabat..
HapusSemangat menulus kamu sahabat....
BalasHapus