Surat Sayang untuk Eureka

Hai, Eureka Sayang.

Kemarin lusa Papa baru saja selesai ujian proposal disertasi. Alhamdulillah, proposal Papa dinilai menarik dan unik oleh para penguji, meski, tentu saja, terdapat beberapa catatan penting. Sebelum dijejali pertanyaan oleh penguji, Papa tidak terpikirkan akan ada pertanyaan semacam itu, pertanyaan mendasar yang terlewatkan. Papa bersyukur sekali bisa belajar dengan baik sampai sejauh ini.

Malam ini Papa menyelesaikan tulisan tentang Ikan Toman (Channa micropeltes), maaf Papa harus sampaikan nama latinnya supaya kamu bisa mempelajarinya dengan mencari di mesin pencarian Google kalau penasaran. 

Sambil menikmati seteko teh mawar (rose tea) di kafe depan kampus Papa, Papa menemani teman kelas Papa untuk mengerjakan proposalnya. Sesudah menyelesaikan tulisan tentang Ikan Toman, Papa beralih membaca jurnal terkait topik disertasi Papa, Epistemologi Feminist. Ternyata baca-baca seputar filsafat lumayan menguras otak yaa. 

Papa merasa suka mempelajari hal-hal baru, sayangnya tidak mempelajarinya sampai benar-benar mendalam, soalnya Papa juga cepat bosan—mungkin kamu perlu tahu, Papa kadang bahkan malas sekali untuk sekadar bicara dengan teman sekamar Papa, bukan karena lagi marah atau apa, malas saja untuk bicara sehingga pernah teman Papa mengira Papa sedang marah padanya. 

Papa tuh kalau lagi serius membaca, ujung-ujungnya cepat lapar. Katanya, sih, otak mengonsumsi energi tubuh sebesar 20 persen. Otak jadi pengonsumsi energi terbesar daripada anggota tubuh lainnya.

Eureka, Papa mau balik ke kosan, sampai jumpa di lain waktu.


Robusto Coffee, 25/07/2024 21.2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menertawakan Luka

Tarekat Qadiriyah

Pendidikan Sosial