Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Cofee Break in Pare

Saya hanya punya waktu 20 menit untuk menulis cerita ini. Saya sekarang ada di jalan Brawijaya, Pare, Kediri. 15. 10 WIB. Dipotong 5 menit karena masih menonton ringkasan pertandingan Ajax dan Benfita dalam Liga Champion. Saya sedang menikmati kopi bersama temanku, namanya Wahyu Aditya. Ia seorang dokter dari Riau, Sumatera.  Cafee ini terletak di pinggir sungai, seandainya sungai di depan saya ini bersih tentu ini akan menjadi pemandangan yang indah. Sayangnya, masih banyak sampah terlihat mengendap di dasar sungai. Apakah pernah kamu membayangkan bagaimana indahnya menikmati secangkir Kopi Turki yang beraroma cengkeh itu di tepi sungai yang indah, seperti sebuah khayalan belaka itu terjadi di Indonesia. Saya yakin itu bisa direalisasikan, asal ada kesadaran kolektif dalam merawat dan membangun bantaran sungai dengan baik. Percuma merawat hilir saja jika dari hulu selalu dikirimi sampah.  Senin mendatang, saya akan coba mempresentasikan perjalanan benda-benda di sekitar kita ...

Apa yang perlu kamu korbankan dalam hidupmu?

Apa yang perlu kamu korbankan dalam hidupmu: karir, cinta, atau pendidikanmu? Apa kamu juga ingin bertanya seperti itu padaku? Jelasnya, apa yang telah aku korbankan dalam hidupku sejauh ini? Begitu bukan! Aku bingung menjawabnya, sama bingungnya dengan menjawab pertanyaan, “Apa yang sebenarnya kukejar dalam hidupku ini?” Namun yang pasti, aku telah mengorbankan cintaku untuk pendidikan, “mengorbankan” pendidikan untuk liputan? Aku bekerja untuk membiayai kuliahku. Aku mengajar di sekolah untuk menghidupkan ilmu. Ilmuku tidak ada yang tuntas. Terkadang, aku ingin fokus mengejar sesuatu tapi tidak pernah tercapai. Ingin fokus kuliah, tapi aku harus kerja. Ingin fokus kerja, tapi aku harus punya ilmu yang memadai. Sebagai manusia biasa, aku juga ingin punya cinta, namun harus (telah) kukorbankan demi misi pertama. Aku ingin menikah saja setelah kuliah. Setelah kuliah, angan-anganku mulai menawarkan hal-hal yang tidak begitu kupedulikan sebelumnya: ingin keliling di benua biru, ingin be...